PERSIAPAN KOLAM BUDIDAYA IKAN NILA
PENDAHULUAN
Ikan nila merupakan salah satu
komuditas penting budidaya perikanan air tawar karena selain karena rasa
dagingnya yang gurih, mengandung protein cukup tinggi, mempunyai laju
pertumbuhan dan perkembangbiakannya yang cukup cepat.
Selain itu, ikan nila ternyata tidak
sulit dan serumit yang dibayangkan karena daapt dipelihara pada kolam biasa,
juga dapat dipelihara pada kolam air deras, kolam jaring apung (KJA), keramba,
swah, bahkan tambak air payau.
Namun dalam pemeliharaannya , persiapan
kolam tempat memelihara ikan, harus diperhatikan sehingga ikan dapat tumbuh
sesuai permintaan pasar.
PERSIAPAN KOLAM
Persiapan kolam , ditujukan agar ikan
yang dipelihara dapat tumbuh dan tidak mengalami gangguan atau lepas yang dapat
mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Pematang kolam harus dibersihkan dan
bagian kolam yang longsor , harus diperbaiki agar mampu menahan massa air.
Selanjutnya periksa kondisi pintu air
baik pintu pemasukan maupun pentu pengeluaran.
Pintu yang baik dapat terbuat dari kayu , beton atau pipa paralon.
Sebaiknya pula dibuatkan pintu pelimpahan sehingga apabila terjadi hujan atau
kelebihan air, maka air dapat mengalir dengan sendirinya tampa membuka pintu
pengeluaran.
Selanjutnya dilakukan perbaikan kemalir/caren dengan cara
menaikkan lumpur ke pematang.
Kemalir yang dibuat sebaiknya
berukuran lebar, 40 cm, kedalamannya 15 – 20 cm dan dibuat keliling atau membujur dari pintu pemasukan ke pintu pemasukan. Sebaiknya pula dibuatkan kubangan kecil yang terletak
tepat di depan masing-masing pintu. Fungsinya untuk memudahkan penangkapan
ikan. Kubangan ini dibuat sedikit lebih dalam dabandingkan dengan kemalir.
PENGERINGAN TANAH DASAR KOLAM
Pengeringan tanah dasar kolam dapat dilakukan bersamaan
dengan persiapan kolam. Langkah – langkahnya yaitu kolam dikeringkan selama 3 –
4 hari. bila kolam belum pernah dipakai (baru selesai dibangun) terlebih dahulu
harus dibersihkan beberapa kali. Apabila
kolam yang digunakan adalah kolam sudah lama dipakai, maka sebaiknya kolam
diberi kapur dengan dosis 200 gram/m². fungsinya untuk menaikkan pH tanah dan
dapat pula membunuh penyakit yang ada di dasar tambak.
PEMUPUKAN KOLAM
Mengingat ikan nila tergolong ikan pemakan segala (omnivora )
sehingga bisa mengkonsumsi pakan berupa hewan atau tumbuhan. Jenis makanan yang disukai ketika masih
benih, berupa zooplankton (plankton
hewani ) seperti rotifer sp, Moina sp, atau
Daphnia sp. Selain itu benih ikan
nila juga dapat memakan plankton atau lumut yang hidup di kolam.
Untuk menumbuhkan makanan alami, dilakukan dengan menggunkan
pupuk. Fungsi pupuk yaitu untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh
plankton di kolam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kotoram ayam antara 100 –
500 gram/m². dibiarkan selama 7 hari. selanjutnya
diberi pupuk Urea 15 gram/m² dan SP 36 sebanyak 20 gram/m².
Selanjutnya kolam diairi sampai ketinggian 50 cm. setelah 7
hari, plankton akan tumbuh yang merupakan makanan alami untuk benih ikan nila
dan benih ikan siap ditebar.
====== As. 2018 ============
Tidak ada komentar:
Posting Komentar