EVALUASI PELAKSANAAN PENYULUHAN
PERIKANAN
PERSIAPAN KOLAM BUDIDAYA IKAN NILA
DI POS PENYULUHAN DESA (POSLUHDES)
LEKOPANCING BERSATU
DESA LEKOPANCING KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN
MAROS
I.
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kegiatan Penyuluhan Perikanan adalah
proses perubahan prilaku (Pengetahuan,
keterampilan dan sikap ) petambak dari sub system menjadi petani modern
berwawasan agribisnis melalui pembelajaran yang berkelanjutan dan dilaksanakan
melalui pendekatan belajar sambil berusaha (learning
by doing).
Melalui pembelajaran yang dilakukan
secara kontinyu , akan mempercepat
perubahan prilaku bagi pelaku utama, khususnya pembudidaya ikan di kolam
yang tergabung dalam kelompok .
Pembelajaran ini sering pula di laksanakan di tingkat desa yang dikelola oleh
Pos Penyuluhan Desa yang dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha di desa.
Posluhdes merupakan kelembagaan
penyuluhan di tingkat desa, akan memfasilitasi anggotanya yang tergabung dalam
kelompok untuk meningkatkan kapasitasnya dengan melakukan kegiatan penyuluhan
perikanan sesuai hasil perencanaan secara partisipatif.
Posluhdes Lekopancing Bersatu Desa Lekopancing Kecamatan Tanralili, telah
melakukan penyusunan perencanaan secara
partisipatif dalam rangka menyusun Programa Penyuluhan dan salah satu kegiatan yang akan direncanakan
adalah kegiatan Teknok Budidaya Ikan Nila di Kolam. Kegiatan ini dilaksanakan
dengan tujuan untuk memfasilitasi anggota yang melaksanakan budidaya ikan nila
di kolam, namun dalam pengelolaan usaha hasilnya belum maksimal karena para
anggota belum memahami secara maksimal.
Tingkat pemahaman pelaku utama dalam
menerapkan usaha budidaya ikan nila di kolam , sangat bergantung dari tingkat
perubahan perilaku ( pengetahuan,
keterampilan dan Sikap ) pelaku utama pada saat menerima materi penyuluhan
dalam mengikuti kegiatan pelatihan atau kursus tani.
Materi yang disampaikan, Penerimaannya
bergantung dari suasana dan daya tangkap masing – masing peserta. Selain itu,
penerimaan bergantung pengalaman dan penguasaan materi tentang persiapan kolam
budidaya ikan nila.
Untuk mengetahui tingkat efektivitas
pelaksanaan penyuluhan di lapangan, maka
dilakukan evaluasi pelaksanaan penyuluhan perikanan dengan materi Persiapan
kolam budidaya ikan nila. Evaluasi ini diharapkan diketahuinya tingkat
perubahan prilaku anggota kelompok dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan dan
dijadikan bahan dalam melakukan penyuluhan perikanan pada masa yang akan datang.
2.
Tujuan
Tujuan yang dicapai dalam
melaksanakan evaluasi pelaksanaan penyuluhan perikanan sebagai berikut :
a.
Untuk
mengetahui tingkat pengetahuan pembudidaya ikan di kolam selaku anggota kelompok tentang persiapan
kolam budidaya ikan nila sebelum dilakukan
kegiatan kursus/pelatihan.
b.
Untuk
mengetahui tingkat pengetahuan pembudidaya ikan di kolam selaku anggota
kelompok tentang persiapan kolam budidaya ikan nila setelah dilakukan kegiatan
kursus/pelatihan .
c.
Untuk
memberi gambaran tentang efektifitas penyuluhan dengan materi persiapan kolam
budidaya ikan nila yang dilakukan
melalui kegiatan kursus/pelatihan.
3. Sasaran
Sasaran dalam pelaksanaan Evaluasi
pelaksanaan penyuluhan perikanan adalah para
peserta yang mengikuti kegiatan kursus Tani/pelatihan pada kegiatan Teknik
Budidaya Ikan Nila di kolam di Posluhdes
Lekopancing Bersatu Desa Lekopancing
kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.
4. Output
Output yang
ingin dicapai pada kegiatan evaluasi pelaksanaan penyuluhan adalah :
a.
Diketahuinya
tingkat pengetahuan dan Keterampilan pembudidaya ikan nila di kolam selaku
anggota kelompok tentang Persiapan kolam budidaya ikan nila sebelum dilakukan
kursus/pelatihan.
b.
Diketahuinya
tingkat pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan
nila di kolam selaku anggota kelompok
tentang persiapan kolam budidaya ikan nila setelah dilakukan kursus/pelatihan .
c. Tergambarnya efektifitas penyuluhan
dengan materi persiapan kolam budidaya ikan nila melalui kursus/pelatihan .
II.
METODE PELAKSANAAN
1.
Materi yang dievaluasi
Materi yang dievaluasi adalah
pelaksanaan penyuluhan perikanan tentang Persiapan kolam budidaya ikan nila
pada kegiatan Demonstrasi Teknik Budidaya ikan nila di kolam.
2.
Lokasi Evaluasi
Evaluasi ini dilaksanakan di Posluhdes
Lekopancing Bersatu Desa Lekopancing
Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.
3. Waktu pelaksanaan
Evaluasi dilaksanakan pada hari Rabu
Tanggal 26 Juni 2013 pada saat kegiatan Kursus tani/pelatihan pada kegiatan
Demonstrasi Teknik Budidaya ikan nila di kolam dengan materi persiapan kolam budidaya ikan
nila.
4.
Rancangan evaluasi
Populasi yang akan dijadikan sampel
dalam evaluasi ini adalah peserta yang ikut dan berpartisipasi pada saat
kursus/pelatihan dengan materi Persiapan
kolam budidaya ikan nila.
5. Komponen yang dievaluasi
Komponen yang dievaluasi diantaranya
:
-
Tingkat
pengetahuan tentang pengeringan tanah dasar kolam .
-
Tingkat
pengetahuan tentang jenis – jenis kapur dan menggunakannya di kolam.
-
Tingkat
pengetahuan tentang jenis – jenis pupuk yang digunakan.
-
Tingkat
pengetahunan tentang cara pemupukan kolam.
-
Tingkat
pengetahuan tentang ciri-ciri kolam yang siap untuk ditebar.
6.
Metode pengumpulan data
Data yang dibutuhkan bersumber dari
peserta yang ikut pada saat kursus/pelatihan dengan materi persiapan kolam budidaya ikan
nila melalui wawancara dengan menggunakan instrument kuesioner. Pengumpulan
data ini dilakukan dengan tes awal sebelum materi disampaikan dan tes akhir setelah penyampaian materi.
7.
Pengolahan dan analisis data
Pengolahan data
dilaksanakan dengan merekap dan mengtabulasi
hasil jawaban dari masing – masing responden sesuai format yang telah
disiapkan.
Analisis data
diolah secara diskriptif dengan wawancara langsung pada saat kegiatan berlangsung. Selanjutnya diolah
secara kuantitatif dan kualitatif untuk
mengetahui pengetahuan, keterampian dan sikap peserta.
Metode yang
digunakan untuk menganalisis tingkat respon anggota kelompok terhadap materi
persiapan kolam budidaya ikan nila . Selanjutnya data yang diperoleh dilakukan
tabulasi dan diolah dengan melakukan pengukuran terhadap indicator dengan
menggunakan Rating Scale atau Skala
Nilai dengan menggunakan garis continuum (Padmowihardjo, 2002 ) sebagai berikut
:
Jumlah
jawaban yang diperoleh
Tingkat
Pengetahuan = X
100 %
Nilai
tertinggi yang diperoleh
adapun garis continuum adalah :
TM
KM
M SM
0 60 120 180
240
Gambar 1. Garis kontinuum pengetahuan
Keterangan:
1.
(TM) Tidak
Mengetahui : 0
2.
(KM) Kurang Mengetahui :
1
3.
(M)
Mengetahui : 2
4.
(SM) Sangat
Mengetahui :
3
Untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan penyuluhan
menggunakan kriteria persentase efektifitas dengan rumus :
|
Ps – Pr
X
100 %
( N.3.Q ) - Pr
|
Keterangan :
Ps = Post Test (tes Akhir )
Pr = Pre test (tes Awal)
N = Jumlah Responden
3 = nilai tertinggi
Q = Jumlah pertanyaan
100 % = pengetahuan yang ingin dicapai
Dimana :
Ps – Pr = Peningkatan pengetahuan
N.3.Q = Nilai Kesenjangan
Kriteria persentase
efektifitas penyuluhan adalah :
< 32 % =
kurang efektif
32 – 64 % = cukup efektif
> 64 % =
efektif ( Ginting, 1991 )
III.
HASIL DAN PEMBAHASAN
berdasarkan hasil wawancara dengan peserta, data tersebut diolah dan
ditabulasi, adapun hasil tabulasi data Berikut ini adalah hasil dari evaluasi
awal dan evaluasi tentang
pengetahuan petani responden dengan menggunakan skala nilai/rating scale sebagai berikut :
1.
Evaluasi awal tentang
pengetahuan responden
Jumlah Skor = 66
Skor tertinggi yang diperoleh = 16x5x3 = 240
Skor terendah yang diperoleh = 16x5x0 = 0
Pengetahuan petani responden
tentang adalah :
77
= X 100%
240
= 32,08 %
Nilai
jumlah skor 77 diperoleh dari hasil
pengolahan data seperti pada lampiran 1.
Hasil
yang diperoleh bila digambarkan dalam garis
continuum adalah :
32,08 %
TM KM
M SM
0 60 77 120 180
240
Gambar 2. . Garis kontinuum pengetahuan evaluasi awal
Keterangan:
1.
(TM) Tidak
Mengetahui : 0
2.
(KM) Kurang Mengetahui : 1
3.
(M)
Mengetahui : 2
4.
(SM) Sangat
Mengetahui : 3
Dengan demikian anggota kelompok sebagai peserta yang memahami tentang persiapan
kolam budidaya ikan di kolam ,baru mencapai 31.67 % tingkat pengetahuannnya
2.
Evaluasi akhir tentang
pengetahuan responden
Jumlah Skor = 204
Skor tertinggi yang
diperoleh = 16x5x3 = 240
Skor terendah yang
diperoleh = 16x5x0 = 0
Pengetahuan petani responden tentang persiapan
kolam budidaya ikan di kolam adalah :
204
= X 100%
240
= 85,00 %
Nilai
jumlah skor 204 diperoleh dari hasil
pengolahan data seperti pada lampiran 2.
Bila digambarkan dalam garis continuum adalah :
85,00 %
TM KM
M SM
0 60 120 180 204 240
Gambar
2. Garis kontinuum pengetahuan
evaluasi akhir
Keterangan:
1.
(TM) Tidak
Mengetahui : 0
2.
(KM) Kurang Mengetahui : 1
3.
(M)
Mengetahui : 2
4.
(SM) Sangat Mengetahui : 3
Untuk mengetahui perubahan dan peningkatan
perolehan nilai responden dari nilai maximum pada tingkat pengetahuan petani
responden maka dapat dilihat pada rekapitulasi yang disajikan pada Tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Rata-rata Tingkat Perubahan Pengetahuan Responden.
|
NNo
|
Deskripsi
|
Nilai
Max
|
Nilai yang diperoleh
|
Perubahan
|
||||||
|
Tes
Awal
|
%
|
Kurang
|
Tes
Akhir
|
%
|
Kurang
|
Nilai
|
%
|
|||
|
1.
.
|
Pengetahuan
|
240
|
77
|
32,08
|
67,92
|
204
|
85,00
|
15,00
|
127
|
52,92
|
Sumber
: Data primer setelah diolah, Tahun 2013
Berdasarkan Tabel di atas bahwa tingkat
pengetahuan ada kenaikan sebesar 52,92 persen. Tingginya perubahan tahap pengetahuan pada petani responden diasumsikan bahwa, tingkat
pemahaman dan pengetahuan anggota kelompok sebagai peserta mampu untuk melakukan
persiapan kolam budidaya ikan nila dan materi tersebut bermanfaatan bagi responden.
Tingkat
efektifitas penyuluhan dengan materi persiapan kolam budidaya ikan nila dapat dinilai dengan kriteria :
< 32 % = kurang efektif
32 – 64 % = cukup efektif
> 64 % = efektif
(Ginting,1991).
Ps – Pr
Efektifitas = X
100 %
( N.3.Q ) - Pr
204
- 77
= X 100 %
(16.3.5) -
77
= 77,91 %
Berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan ,efektifitas
penyuluhan mencapai 77,91 %, ini berarti
penyuluhan perikanan
dengan materi persiapan kolam budidaya ikan nila yang telah dilakukan, tingkat efektifitasnya termasuk dalam
kategori efektif ( > 64 % ) , berarti kegiatan penyuluhan
yang telah dilaksanakan efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta.
IV.
KESIMPULAN DAN SARAN
1.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, maka dapat
dikemukakan beberapa kesimpulan sebaia berikut :
1.
Tingkat
pengetahuan pembudidaya ikan dengan materi persiapan kolam pada budidaya ikan
nila sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan perikanan , peserta kurang mengetahui dengan nilai 77 (31,67 % ).
2.
Tingkat
Pengetahuan Petambak dengan materi persiapan kolam pada budidaya ikan nila setelah
dilakukan kegiatan penyuluhan perikanan, , peserta telah mengetahui dengan
nilai 204 (85,00 % ).
3.
Adanya kenaikan perubahan tingkat pengetahuan bagi peserta sebesar 52,92 persen. Tingginya perubahan tahap pengetahuan pada petani responden diasumsikan bahwa, tingkat
pemahaman dan pengetahuan anggota kelompok sebagai peserta mampu untuk
melakukan persiapan kolam budidaya ikan nila dan materi tersebut bermanfaatan bagi responden.
4.
Efektifitas
pelaksanaan penyuluhan perikanan dengan materi persiapan kolam budidya ikan
nila, efektif untuk meningkatkan pengetahuan sebesar 77,91 %, ini berarti , ini
berarti tingkat efektifitas penyuluhan yang dilakukan dengan materi persiapan
kolam budidaya ikan nila : efektif ( kriteria
nilai > 64 % )
2.
Saran
Berdasarkan uraian terdahulu, maka dikemukakan saran
implementasi sebagai berikut :
1. Perlunya dilakukan kegiatan
percontohan yang dapat meningkatkan perubahan prilaku utamanya keterampilan
karena para anggota dapat melaksanakan langsung
kegiatan persiapan kolam budidaya ikan nila.
2. Kegiatan demonstrasi percontohan
harus dilaksanakan secara utuh, sehingga teknologi yang diterapkan dapat
diketahui hasilnya.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Anonimous, 2010. Evaluasi dan Pelaporan. Badan
Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI, Jakarta.
2.
--------------------,
2011. Mengevaluasi Dampak Pelaksanaan
Penyuluhan Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian
Kementerian Pertanian RI, Jakarta.
3.
-------------------,
2011. Analisa Usaha Perikanan Budidaya.
Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan , Pusat Penyuluhan Kelautan dan
Perikanan, Jakarta.
4.
Kurnianti
Novik,2014. Budidaya Ikan Nila.www.tanijonegoro.com.
5.
Nawawi, 1993. Metode Penelitian Bidang Sosial. Gajah
Mada University Press, Jokyakarta.
6.
Padmowiharjo
Soedijanto, 2002. Evaluasi Penyuluhan
Pertanian. Universitas Terbuka Jakarta.
7.
Rahadi, Regina
Kristiawati, Nazaruddin, 2001. Agribisnis
Perikanan. Penebar Swadaya, Jakarta.
8.
Soekartawi, 1984.
Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk
Pengembangan Petani Kecil. Fakultas Ekonomi UGM, Jogyakarta.
9.
------------------------,
2002. Analisis Usaha Tani ,
Universitas Indonesia, Jakarta.
10.
………………………..,
2003. Agribisnis Teori dan Aplikasinya.
PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.